CV atau PT

  • admin 
cv pt

Ketika memulai usaha, pemilihan bentuk Badan Usaha menjadi hal yang penting yang harus diperhatikan.

Umumnya di Indonesia jenis Badan Usaha yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) atau Commanditaire Vennootschap (CV). Lalu manakah yang harus dipilih antara kedu jenis Badan Usaha tersebut?

Maka untuk menjawabnya Pelaku Usaha patut mempertimbangkan beberapa hal berikut ini;

Syarat

Dalam hal syarat pendirian CV maupun PT, tidak ada hal yang membedakan, yaitu;

Didirikkan minimal oleh dua orang, dan dibuatkan akta notaris yang dibuat dalam bahasa Indonesia.

Status

Keduanya sama-sama berbentuk Badan Usaha, namun CV adalah Badan Usaha bukan Badan Hukum, sedangkan PT adalah Badan Usaha Badan Hukum.

Adanya landasan hukum yang mengatur PT yaitu Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Status CV sebatas terdaftar pada Sistem Administrasi Badan Usaha Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Status PT mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, sehingga berstatus badan hukum.

Modal

Permodalan dalam CV

Setiap sekutu wajib memasukkan pemasukan atau inbreng kedalam perusahaan. Tidak ada nilai minimum  pemasukan, tetapi akan berpengaruh kepada pembagian keuntungan.

Permodalan dalam PT

Besaran modal dasar PT ditentukan sesuai kesepakatan pendiri PT dan 25% dari modal tersebut harus ditempatkan dan disetor penuh. Besaran modal PT kini tidak lagi harus minimal Rp. 50 Juta, sesuai dengan PP No.29 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas

Pengurusan

Pengurusan CV hanya dapat dilakukan oleh sekutu aktif saja, sekutu pasif hanya berhak untuk memasuki bangunan atau ruangan yang dipakai oleh persekutuan dan memeriksa sefala tindakan yang dijalankan serta mengetahui keadaan persekutuan seluruhnya.

Pengurusan PT dilakukan oleh Direksi dan bawahannya berdasarkan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), pemillik/pemegang saham yang tidak berwenang tidak boleh melakukan pengurusan perseroan terbatas.

Tanggung Jawab

Tanggung jawab dari akibat yang timbul dari aktivitas persekutuan dibebankan seluruhnya kepada sekutu aktif dan tidak terbatas. Sedangkan sekutu pasif hanya pada sebatas modal yang disetorkan, kecuali sekutu pasif dibuktikan melakukan tindakan atas nama persekutuan.

Tanggung jabwab dari segala kerugian dalam PT, seluruhnya dibebakan kepada PT karena statusnya yang Badan Hukum, Pemegang saham hanya bertanggung jawab sebatas jumlah saham yang disetorkan kepada PT. Sesuai dengan Pasal 3 ayat (1) Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Lingkup Usaha

Dalam hal menjalankan usahanya CV sangat terbatas dalam memilih jenis usaha, sebagai contoh dalam jika ingin menjalankan usaha startup di bidang teknologi finansial yakni peer to peer landing maka Anda perlu mendirikan suatu badan hukum  yakni PT atau koperasi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 77/POJK.01/2016.

Contoh lainnya; Untuk mendirikan Badan Usaha Jasa Pengamanan sesuai PERKAP N0.17 tentang Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan Pasal 1 ayat (2) perusahaan wajib berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Dari kedua contoh diatas PT lebih flexible dalam menjalankan kegiata usahanya.

Permodalan

Tentunya dalam menjalankan usahanya Pelaku Usaha memerlukan modal, baik modal awal maupun ketika usaha telah berjalan dan memerlukan tambahan modal untuk ekspansi usaha.

Dalam hal CV ingin menambah modal, hal yang mungkin dilakukan dengan meminjam uang ke pihak lain.

Berbeda dengan PT yang dapat memasukan investor atau pemilik modal kedalam PT nya, sehingga modal yang didapatkan dapat lebih besar, serta resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan peminjaman uang untuk modal usaha seperti CV.

Pengalihan Kepemilikan/Kepengurusan

Setelah melihat sistem permodalan pada PT, maka hal ini juga bisa dilakukan ketika Pendiri atau Pengurus awal, ingin mengalihkan kepengurusan kepada pihak lain, namun ingin masih memiliki kewenangan dalam PT tersebut.

Berbeda dengan CV yang pergantian pengurusan harus dilakukan secara penuh, yang tentunya akan berdampak pada keberlangsungan usaha CV.

Kredibilitas dan Profesionalisme

Melihat stuktur arah kebijakan PT yang tidak bertumpu pada satu orang saja, karena adanya RUPS sebagai pengambil kebijakan, Komisaris sebagai pengawas jalannya perusahaan dan Direksi yang menjalankan kebijakan perusahaan.

Maka dalam hal ini Kredibilitas dan Profesionalisme PT lebih menonjol dibandingkan dengan CV, yang sepenuhnya terfokus pada Sekutu Aktif dalam menjalankan usahanya.

Maka tidak salah jika presepsi di masyaratkat, baik client dari Pelaku Usaha, maupun pemangku kepentingan memberikan nilai lebih terhadap Badan Usaha PT.

 

Walaupun pada akhirnya, performa suatu Badan Usaha berberda, tidak hanya berdasarkan bentuknya saja.

Demikian pemaparan singkat tentang cv pt

Untuk infomasi dan konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami disini